Beginilah Cara Membudidayakan Bibit Ikan Gabus agar Menjadi Bisnis yang Menguntungkan

Bibit ikan gabus – Ikan gabus adalah salah satu jenis ikan air tawar yang mempunyai banyak manfaat bagi manusia dan jika dibudidayakan bisa mendatangkan keuntungan yang besar. Dalam hal ini, penggunaan bibit ikan gabus yang berkualitas dapat menghasilkan ikan gabus yang bermutu.

Perlu Anda ketahui, ketika melakukan budi daya ikan gabus, ada dua sektor yang bisa dilakukan. Pertama adalah fokus budi daya pembesaran dan yang kedua yaitu budi daya pembibitan. Dalam artikel ini akan dibahas keduanya, silakan Anda simak sendiri.

Budidaya Bibit Ikan Gabus

Pembuatan bibit ikan gabus adalah kegiatan untuk menghasilkan bibit yang siap panen. Nantinya bibit yang diperoleh akan dijual kepada peternak yang memiliki fokus untuk pembesaran ikan gabus.

Biasanya setiap orang yang menekuni budidaya ikan gabus jarang sekali menjalankan pembesaran sekaligus pembibitan. Hal ini dikarenakan, proses pembibitan dan pembesaran memiliki cara yang berbeda. Mari mengulas terlebih dulu cara pembibitan ikan gabus.

Menentukan Media atau Tempat Budi Daya

http://4.bp.blogspot.com/

Ikan gabus sebetulnya memiliki ketahanan yang baik terhadap lingkungannya. Oleh karena itu, sebetulnya tidak perlu repot-repot untuk menyediakan tempat khusus untuk melakukan budi daya ikan gabus. Anda bisa menggunakan kolam tanah, kolam tembok, kolam beton, bahkan kolam terpal.

Setelah memilih tempat untuk membudidayakannya, masukkan air ke dalam tempat yang telah disediakan. Atur suhu, ph air, dan kandungan oksigennya. Biasanya ketika menargetkan 2.000-11.000 telur maka suhunya berkisar antara 25-29 derajat Celcius dengan ph air 5-7.

Gunakan air yang jernih. Anda tidak perlu menyiapkan aliran air untuk mengisi kolam terus menerus, karena ikan gabus memerlukan air yang tenang untuk pemijahan.

Selain itu, Anda perlu memberi tumbuh-tumbuhan air yang mengapung di dalam kolam. Anda bisa memasukkan persicilata dan eceng gondok. Kedua jenis tumbuhan ini bermanfaat sebagai tempat untuk menyimpan telur ikan gabus.

Pemilihan Indukan Ikan Gabus

https://i0.wp.com/kingsunda.com

Ikan gabus yang berperan sebagai indukan, sebaiknya berumur lebih dari satu tahun dengan berat satu hingga 1,5 kilogram. Alasannya, berat dapat menentukan jumlah telur yang akan dihasilkan oleh ikan gabus. Berikut ini adalah ciri-ciri indukan ikan gabus:

1. Kepala gabus jantan berbentuk oval, sedangkan yang betina berbentuk bulat
2. Jika ikan betina punya warna yang relatif cerah, maka ikan jantan justru punya warna yang tampak gelap.
3. Ikan gabus jantan yang jantan memiliki alat kelamin yang warnanya agak merah, jika ditekan keluar cairan bening. Untuk ikan gabus betina, jika bagian perutnya ditekan akan mengeluarkan telur
4. Ukuran ikan gabus betina lebih besar daripada yang jantan

Pemijahan Ikan Gabus

https://1.bp.blogspot.com

Saat proses pemijahan, Anda bisa memasukkan ikan gabus betina maupun jantan ke dalam kolam dengan perbandingan 1 betina 3 jantan. Setelah dimasukkan ke dalam kolam, biasanya ikan jantan akan langsung melakukan manuver untuk memikat ikan betina.

Ketika induk ikan bertelur, maka telur yang telah dibuahi bakal ditempelkan pada tumbuhan air di sekitar sarang dan dijaga oleh ikan gabus jantan. Alasannya, agar telur yang baru saja dibuahi terhindar dari gangguan ikan lain yang sifatnya predator. Ukuran telur memiliki diameter kira-kira 1,25-1,55 milimeter.

Telur-telur itu akan menetas setelah 2-3 hari dari waktu pemijahan. Biasanya induk ikan gabus bisa menghasilkan 10.000 telur tapi yang menetas kebanyakan hanya setengahnya saja.

Kantong kuning telurnya perlahan-lahan akan habis empat hari kemudian. Hal ini karena telur dan larva yang baru saja menetas akan mengapung ke permukaan air.

Anda sebaiknya memberikan pelindung pada telur dan larva ini agar terhindar dari tetesan air hujan maupun sinar matahari. Untuk menghindari hujan, maka sebaiknya pemijahan dilakukan pada musim kemarau.

Perawatan Larva Ikan Gabus

https://i.ytimg.com

Untuk merawat larva ikan gabus Anda harus memperhatikan beberapa hal berikut ini:

Perawatan untuk Umur 1-4 Hari

Umur larva yang masih awal membuatnya sangat rawan terhadap perubahan suhu air. Jadi, Anda bisa mengurangi ketinggian air untuk mendapatkan suhu yang stabil. Suhu air yang stabil sangat penting bagi perkembangan larva agar tidak cepat mati.

Jika masih berusia 1-4 hari maka larva tidak membutuhkan makanan. Karena larva masih memiliki cadangan makanan berupa kuning telur yang terletak di dalam perutnya.

Cadangan makanan tersebut akan bertahan hingga tiga sampai empat hari. Meski begitu, Anda boleh memberi makan larva/bibit ini dengan memakai plankton.

Perawatan untuk Umur 5-15 Hari

Bibit/larva pada hari kelima sudah harus diberi makanan tambahan. Karena, cadangan makanan di perut larva sudah habis. Pakan yang diberikan kepada bibit berusia 5-15 hari bisa berupa cacing darah atau cacing sutra.

Caranya pemberiannya, cacing sutra yang telah Anda siapkan diaduk dengan air. Setelah itu, tebarkan ke dalam kolam yang berisi bibit. Makanan itu bisa diberikan dua kali dalam sehari.

Meski sudah berusia 5-15 hari, suhu air tetap harus Anda perhatikan. Jika air sudah bau dan kotoran mulai ada di dasar air segera ganti 30 persen atau 50 persen volume airnya.

Pergantian air ini juga dipengaruhi oleh kepadatan tebaran bibit pada kolam. Semakin kecil kepadatan tebaran bibit, maka jangka waktu pergantian air bisa lebih lama.

Perawatan Umur 16-30 Hari

Saat bibit telah berumur 16-30 hari dan panjangnya mencapai 5-7 cm, maka Anda dapat memberikannya pakan pelet. Anda bisa menggunakan pelet udang atau pelet yang berupa serbuk.

Pemberian makanan bisa dilakukan empat kali sehari dengan takaran yang disesuaikan dengan kuantitas ikan gabus. Pada usia ini, umumnya terjadi seleksi alam. Soalnya sebanyak 20 persen bibit akan mati karena tidak dapat menyesuaikan diri.

Anda juga tidak boleh berlebihan dalam pemberian pakan pelet. Soalnya, sisa pakan yang tidak termakan bisa menyebabkan air gampang keruh dan kotor. Ketika air keruh dan kotor maka dapat mengakibatkan lebih banyak bibit yang mati.

Anda bisa menjual bibit yang berumur 30 hari kepada orang yang menjalankan budi daya pembesaran. Karena, bibit yang berumur 30 hari sudah bisa dipindah ke kolam untuk dibesarkan menjadi ikan gabus. Harga jual bibit ini di pasaran adalah Rp1.000,00/ekor.

Budi Daya Pembesaran

https://i.ytimg.com

Budi daya pembesaran ikan gabus biasanya menggunakan kolam dengan air yang deras. Jika bibit ikan telah berusia satu bulan dan telah siap dipanen, maka bibit bisa ditebar ke dalam kolam yang dijadikan media pembesaran. Anda bisa menyerok bibitnya dengan hati-hati dari kolam pembenihan.

Benih yang ditebar harus sehat, ukurannya seragam, dan responsif saat diberi pakan. Kepadatan penebarannya sekitar 50-100 ekor/m2 dengan kedalaman air 80-100 cm. Setelah ditebar, ikan gabus secara rutin diberi makan 2-3 kali dalam sehari. Jangan lupa, berikan pelet yang mengandung protein untuk pertumbuhan ikan.

Biasanya, dalam waktu 4-5 bulan berat ikan gabus sudah mencapai 500-600 gr setiap ekornya. Anda bisa menjualnya ke pasar atau penjual yang berdagang ikan gabus dengan ukuran seperti itu. Bahkan, Anda bisa langsung menjualnya sendiri kepada ibu-ibu rumah tangga yang ingin memasak ikan gabus.

Itulah rangkaian infomasi seputar cara membesarkan bibit ikan gabus. Semoga bermanfaat dan bisa menambah wawasan Anda tentang ikan gabus. Semoga berhasil.

Sumber artikel
1. https://kabartani.com/langkah-perawatan-larva-ikan-gabus-dari-penetasan.html
2. http://www.trobos.com/detail-berita/2012/05/01/15/3355/benih-gabus-siap-makan-pelet
3. http://www.kangjamal.com/2017/11/merawat-bibit-ikan-gabus-yang-baru-menetas.html
4. https://kingsunda.com/cara-budidaya-ikan-gabus/
5. Suhaeni Neni, Petunjuk Praktis Memelihara Ikan Gabus, Nuansa;

Tinggalkan komentar