Cara Memilih Bibit Ikan Lele Berkualitas untuk Budidaya

Bibit ikan lele – Lele adalah salah satu jenis ikan yang paling sering dikonsumsi di Indonesia, maka tak heran bila banyak orang yang membudidayakannya. Namun untuk mendapatkan hasil yang maksimal, seorang peternak harus benar-benar memahami tentang budidaya ikan lele, termasuk bagaimana cara memilih bibit ikan lele yang berkualitas.

Ciri-Ciri Bibit Ikan Lele dengan Kualitas Unggul

https://jualikanlelelampung.files.wordpress.com

Kualitas benih pastinya akan menentukan kualitas lele yang dibudidayakan. Agar tidak salah pilih, Anda harus mengetahui ciri-ciri benih ikan lele yang baik seperti berikut ini:

Kondisi Fisiknya Sempurna

Saat akan memilih benih ikan, perhatikan tubuh atau fisiknya dengan cermat. Bibit yang bagus adalah bibit yang punya fisik lengkap atau tidak cacat, berwarna gelap, tubuhnya mulus dan mengkilap, tidak ada luka atau lecet, serta memiliki ukuran kepala dan tubuh yang seimbang (proporsional)

Ukuran Bibit Harus Seragam

Ukuran benih juga sangat menentukan sukses atau tidaknya budidaya ikan lele, karena itu pastikan untuk memilih benih ikan dengan ukuran yang seragam. Lele merupakan hewan pemakan segala. Selain itu, ikan lele juga bersifat kanibal alias bisa memakan lele lain asalkan ukuran tubuh mangsanya lebih kecil.

Apabila ukuran benih tidak seragam, maka pertumbuhannya juga tidak akan sama dan menyebabkan gagal panen. Kalaupun terlanjur memilih benih dengan ukuran yang tidak sama, sebaiknya ditempatkan dalam kolam terpisah.

Aktif Bergerak/Lincah

Salah satu ciri bibit ikan lele yang baik adalah gerakannya yang lincah. Terkadang ada benih lele yang gerakannya selalu lamban, terlihat diam di satu tempat saja, bahkan tampak berdiri atau menggantung. Ini adalah ciri benih ikan lele yang kurang bagus dan tidak baik untuk dibudidayakan.

Bila Anda ingin mengetahui seberapa lincah gerakan benih lele, ada dua cara mudah yang bisa dilakukan. Pertama, coba Anda tangkap benih ikan lele tersebut dengan tangan. Benih lele yang baik adalah benih yang sulit ditangkap karena gerakannya sangat cepat.

Cara kedua, tempatkan sejumlah benih ikan lele di suatu wadah lebar yang sudah diberi air. Miringkan wadah tersebut dan perhatikan gerakan lelenya. Benih ikan yang baik adalah yang aktif bergerak melawan arus ketika wadah tersebut dimiringkan.

Riwayat Induk

Benih lele dari induk yang unggul biasanya juga memiliki kualitas yang baik. Tak hanya itu, pilihlah benih lele yang bukan dari hasil inbreeding (perkawinan sekerabat atau tingkat kekerabatan yang dekat). Benih yang baik biasanya dihasilkan dari perkawinan lele dengan tingkat kekerabatan yang jauh.

Sertifikasi CPIB

Salah satu cara untuk mendapatkan benih lele berkualitas adalah dengan membelinya dari tempat-tempat pembenihan ikan yang baik. Jadi sebelum membeli, cari tahu terlebih dahulu tentang kualitas tempat pembenihan ikan yang Anda tuju.

Anda perlu mengetahui mulai dari kondisi air hingga jenis makanannya. Bahkan bagaimana si peternak menangani ikan yang terjangkit penyakit.

Untuk lebih mudah, pilihlah tempat pembenihan ikan yang sudah dilengkapi dengan sertifikat Cara Pembenihan Ikan yang Baik (CPIB). Tempat pembenihan lele seperti ini biasanya memiliki bibit ikan yang berkualitas. Pasalnya, peternak harus memenuhi berbagai syarat sebelum mendapatkan sertifikat CPIB tersebut.

Syarat yang dimaksud berkaitan dengan lokasi maupun cara pengelolaannya. Untuk memenuhi syarat, peternak harus memastikan kolamnya tidak tercemar dan pengelolaan air dilakukan dengan baik.

Bukan cuma itu, kolam dan peralatan budidaya pun harus memadai. Peternak juga harus menggunakan pakan serta obat-obatan yang legal, dan masih banyak lagi.

Budidaya dan Perawatan Bibit Ikan Lele Hingga Siap Panen

http://beritadaerah.co.id

Budidaya ikan lele sebenarnya tidak terlalu sulit karena ikan ini cukup mudah dipelihara. Lele termasuk ikan yang bisa hidup dalam kondisi air apapun, tapi tentu saja semakin baik kualitas airnya, maka akan semakin baik kualitas ikan lele yang didapat. Berikut adalah langkah-langkah budidaya lele yang bisa Anda terapkan:

Tentukan Jenis Ikan Lele dan Bibit

Hal pertama yang harus dilakukan adalah menentukan jenis lele yang akan dibudidayakan. Untuk lele konsumsi, Anda bisa memilih jenis lele dumbo atau lele sangkuriang. Kedua jenis lele tersebut tergolong mudah untuk dibudidayakan, selain itu jenis lele ini relatif tahan terhadap penyakit yang biasa menyerang ikan.

Setelah itu pilihlah bibit ikan lele yang baik, yaitu benih yang sehat dan berasal dari induk yang unggul. Untuk ukurannya, pilih benih dengan ukuran yang seragam antara 5-7cm.

Siapkan Kolam

Ukuran kolam bisa bervariasi sesuai kebutuhan, tapi biasanya 1m² kolam bisa menampung sekitar 100 benih ikan lele. Jadi misalkan Anda memiliki 1000 benih ikan, maka siapkan kolam berukuran 5 x 2 meter.

Ada beberapa jenis kolam yang bisa digunakan, yaitu: kolam semen, kolam terpal, dan juga kolam tanah. Kolam terpal lebih direkomendasikan dibandingkan jenis kolam lainnya. Alasannya karena kolam terpal lebih murah, praktis, dan bisa meningkatkan produktivitas ikan lele.

Cara membuat kolam terpal juga cukup mudah, yaitu dengan menggali tanah sesuai dengan ukuran kolam yang dibutuhkan dan pastikan memiliki kedalaman sekitar 70-100 cm. Setelah itu buat reng atau pagar bambu yang mengelilingi kolam, baru kemudian dilapisi terpal sehingga bisa diisi dengan air.

Setelah diisi air, kolam tidak bisa langsung digunakan dan harus diberi pupuk kandang terlebih dulu. Caranya, masukkan pupuk ke dalam karung lalu letakkan karung tersebut ke dalam kolam selama sekitar satu minggu.
Pemupukan ini bertujuan untuk memperbanyak plankton yang bisa menjadi sumber pakan alami bagi benih ikan.

Penebaran Benih Ikan Lele

Benih bisa disebar ke kolam yang airnya sudah berubah kehijauan. Penebaran benih sebaiknya dilakukan saat pagi atau sore hari ketika kondisi air tidak terlalu panas.

Pemeliharaan

Ada dua hal yang harus diperhatikan dalam proses pemeliharaan, yaitu: berkaitan dengan pengelolaan air dan pakan. Kondisi air harus benar-benar dijaga agar ikan tidak stres dan bisa tumbuh dengan baik, pemilihan dan waktu pemberian makanan juga harus diperhatikan dengan cermat.

Kondisi air sebenarnya mudah berubah karena banyak faktor. Salah satunya disebabkan oleh sisa pakan yang mengotori kolam. Walau lele mudah beradaptasi, tapi hal ini kurang baik dan bisa mempengaruhi pertumbuhan lele.
Itulah kenapa peternak perlu melakukan penggantian air kolam secara rutin agar kualitas air bisa tetap terjaga.

Proses penggantian air yang dimaksud bukan dengan cara dikuras seluruhnya, melainkan dengan ‘pengenceran’. Caranya, kurangi air kolam dalam jumlah tertentu, setelah itu tambahkan air yang baru dalam jumlah yang sama.
Untuk makanan, lele bisa diberi pakan berupa pelet, cacing, daun-daunan, atau keong yang sudah direbus dan dicincang terlebih dulu. Pemberian makanan sebaiknya dilakukan 5-6 kali sehari dengan jarak waktu sekitar 3 jam.

Masa Panen

Pembesaran ikan lele biasanya membutuhkan waktu sekitar 2-3 bulan. Lele sudah bisa dipanen apabila jumlah berat 7-8 ekor lele mencapai 1kg. Cara memanen yang baik adalah dengan cara menyurutkan air kolam, kemudian tangkap lele dengan jaring atau serok berbahan halus agar tidak melukai ikan.

Berdasarkan penjelasan di atas, memilih bibit ikan lele serta cara budidayanya ternyata tidak terlalu sulit, bukan? Mengingat potensinya yang cukup besar, tidak ada salahnya bila Anda mencoba untuk beternak lele sekarang juga.

Tinggalkan komentar