Meraup Untung dari Budidaya Ikan Arwana, Si Ikan Purba yang Fenomenal

Budidaya ikan arwana – Siapa yang tak kenal dengan eksotisme ikan arwana? Harganya memang cukup fantastis, bisa mencapai hingga Rp20 juta per ekor. Namun nyatanya, ikan ini tak pernah sepi penggemar. Dengan harga jual yang demikian tinggi, tak ayal banyak orang tertarik untuk terjun dalam bisnis budidaya ikan arwana. Apakah Anda salah satunya?

Sejarah Ditemukannya Ikan Arwana, Si Ikan Purba

https://i2.wp.com/jempoltangan.com

Ikan arwana tergolong ikan purba, tetapi keberadaannya baru diketahui satu abad yang lalu. Pada pertengahan abad ke-19, para ilmuwan tidak hanya menemukan jejak fosilnya, tetapi juga ikan arwana yang masih hidup.

Ikan arwana hidup ditemukan di Amerika Selatan pada tahun 1844 oleh dua orang ilmuwan Jerman, Muller dan Schlegel, dan diberi nama Osteoglossum formosum. Nama tersebut kemudian diubah menjadi Scleropages formosus oleh ahli zoologi dari Belanda, Max Weber dan LF de Beaufort.

Pada tahun 1864, Albert Ghunter dari Inggris menemukan arwana jenis lainnya yang diberi nama Scleropages leichardti. Disusul kemudian oleh Saville-ken, seorang naturalis dan entomologis dari Inggris, yang menemukan arwana jenis Scleropages jardini pada tahun 1892.

Penemuan ikan arwana jenis baru terus berlanjut di berbagai belahan dunia, seperti Amerika, Afrika, Australia, dan Asia, termasuk di Indonesia. Jenis ikan arwana terakhir ditemukan oleh Kanazawa, seorang ilmuwan Jepang, pada tahun 1966. Ikan arwana jenis baru yang ditemukan di perairan Brasil tersebut kemudian diberi nama Osteoglossum ferreirai.

Di Amerika Selatan, Amerika Utara, dan beberapa sungai di Afrika, banyak dijumpai ikan arwana perak dan hitam. Sedangkan di Australia, spesies yang banyak ditemukan adalah Scleropages jardini di Sungai Queensland dan Sungai Jardine, serta Scleropages leichardti di Sungai Fitzroy, Sungai Mary, Sungai Dawson, dan Sungai Burnett.

Ikan arwana Asia sering disebut juga ikan naga dan sering dikaitkan dengan mitologi masyarakat Tionghoa. Pada umumnya, arwana Asia berwarna keperakan dan merupakan spesies asli sungai-sungai di Asia Tenggara, khususnya Indonesia.

Di Indonesia, ikan arwana banyak ditemukan di Sumatra, Kalimantan, dan Papua dengan jenis berbeda. Di Sumatra (Riau dan Jambi) ditemukan jenis golden red, di Kalimantan banyak ditemukan jenis super red (di sungai dan danau di Sintang) dan arwana hijau (di Sungai Melawai dan Sungai Mensiku). Sedangkan di Papua, populasi ikan ini belum terdata dengan jelas.

Penduduk yang tinggal di sekitar habitat asli ikan arwana sudah lama mengenal ikan ini. Ikan arwana memiliki banyak nama lokal, seperti tangkelese (Jambi), siluk (Kalimantan), dan kelesa (Riau). Pada awalnya, arwana hanyalah ikan biasa yang sesekali ikut terjaring. Agar dagingnya yang tebal lebih awet saat disimpan, nelayan setempat mengolahnya menjadi ikan asin.

Rasa dagingnya yang kurang enak, tubuhnya yang besar dengan mulut lebar membuat ikan arwana tidak terlalu dilirik, baik untuk dikonsumsi maupun sebagai ikan hias. Namun, nasib ikan arwana kemudian berubah setelah International Union for Conservation of Nature (IUCN), sebuah organisasi perlindungan satwa, mengadakan pertemuan di Polandia.

Dalam pertemuan tersebut, mereka menganjurkan untuk membatasi perdagangan satwa langka. Gagasan tersebut kemudian diwujudkan dengan penandatanganan CITES (Convention on International Trade in Endangered Species of Wild Fauna and Flora).

Pada tahun 2004, IUCN memasukkan arwana Asia, khususnya super red (Scleropages formosus) sebagai fauna yang terancam punah. Menurut Feng Shui, ikan ini diyakini akan mendatangkan keberuntungan sehingga banyak orang yang bersedia membayar dengan harga tinggi. Perdagangan ikan super red pun meningkat, sehingga populasinya menurun drastis.

Jenis-Jenis Ikan Arwana

Secara umum, arwana terbagi dalam empat genus, yaitu:

  1. Genus Arapaima, terdiri dari spesies tunggal Arapaima gigas.
  2. Genus Osteoglossum: terdiri dari dua spesies, yaitu Osteoglossum bicirrhosum dan Osteoglossum ferreirai, keduanya disebut juga Arwana Amerika Selatan.
  3. Genus Scleropages: terdiri dari spesies Scleropages formosus atau Arwana Asia, Scleropages leichardti dan Scleropages jardini (Arwana Australia), dan Scleropages guntheri.
  4. Genus Clupisudis: spesies Clupisudis nilot.

Setiap genus memiliki keunikan dan keistimewaan sendiri, tetapi Arwana Asia terkenal sebagai jenis ikan arwana yang paling mahal dan tingkat penjualannya tertinggi di dunia. Arwana Asia memiliki empat varietas warna, yaitu hijau (Indonesia, Malaysia, Thailand ,Vietnam, dan Burma), emas dengan ekor merah (Indonesia), emas (Malaysia), dan merah (Indonesia).

1. Arwana Golden

https://www.satwapedia.com

Ikan arwana golden terdiri dari dua varietas, yaitu cross back dan cross black golden. Sesuai namanya, warna emas ikan ini memenuhi tubuhnya dan saat dewasa akan muncul semacam cincin yang melingkar melewati punggungnya. Jenis ini banyak ditemukan di Malaysia, terutama di Trengganu, Perak, Johor, dan Danau Bukit Merah.

Berdasarkan warna dasarnya, ikan ini dibedakan menjadi empat jenis, yaitu gold-based, blue-based, silver-based, dan purple-based. Karena keindahannya, ikan arwana golden ini memiliki harga jual paling tinggi dunia, yaitu Rp 20 juta per ekor.

2. Arwana Arapaima Gigas

https://img.alinea.id

Dibandingkan jenis lainnya, arapaima gigas memiliki tubuh yang paling besar. Bahkan, ikan ini merupakan jenis ikan arwana terbesar di dunia. Saat dewasa, panjang ikan ini bisa mencapai 3 meter dengan bobot hingga 200 kg. Ikan raksasa yang hanya ditemukan di Amazon dan Sungai Essequito ini termasuk satwa langka yang dilindungi. Harganya bisa mencapai Rp10 juta.

3. Arwana Super Red

https://i.ytimg.com

Ikan ini merupakan spesies asli Indonesia dan terdapat di Kalimantan Barat. Warna merahnya tampak pada sirip, bibir, dan sungut. Menejelang dewasa, warna merah juga muncul di berbagai bagian tubuh. Arwana merah memiliki empat jenis, yaitu merah-darah (blood red), merah-cabai (chilli red), merah-emas (gold red), dan merah-orange (orange red).

4. Arwana Red Tail Golden

https://www.satwapedia.com

Ikan ini disebut juga sebagai Indonesa golden arwana dan banyak terdapat di Mahato, Riau. Berbeda dengan cross back golden, warna emas pada red tail golden hanya mencapai sisik baris keempat dihitung dari arah bawah atau perut, tidak sampai ke punggung. Ikan ini memiliki tiga warna dasar, yaitu emas, biru, dan hijau dengan harganya bisa mencapai Rp4,2 juta.

5. Arwana Golden Pino

https://i1.wp.com/jempoltangan.com

Nama Arwana Hijau diberikan karena ikan ini memiliki tubuh berwarna abu kehijauan dan ekor berwarna hijau. Pada ikan muda, warna hijaunya belum terlalu terlihat karena tertutup warna merah dan semakin jelas saat saat ikan mencapai usia dewasa. Ikan ini banyak terdapat di Thailand, Malaysia, Kamboja, dan Myanmar, dengan habitat sungai yang tidak terlalu bersih.

6. Arwana Jardini

https://www.hewan.id

Arwana Jardini berasal dari Australia, tetapi sering ditemukan juga di perairan Papua (Irian) sehingga sering disebut juga arwana Irian. Ciri khasnya adalah berwarna dasar hitam kecokelatan dengan bintik kuning emas di bagian tengah sisik, pipi, juga sirip dan ekor. Ikan ini memiliki dua jenis, yaitu yang berwarna dasar terang dan yang lebih gelap.

7. Arwana Silver Brazil

http://3.bp.blogspot.com

Dibandingkan dengan jenis lainnya, arwana silver memiliki bentuk tubuh yang berbeda, yaitu lebih panjang dengan sirip yang juga panjang, mulai dari tubuh bagian tengah sampai ke ujung ekor. Meski berasal dari Amerika Selatan, ikan ini sudah bisa dibudidayakan di Indonesia. Harga jualnya relatif murah, sekitar Rp2 juta per ekor, tetapi sangat indah dipandang saat sudah besar.

Selain ketujuh jenis di atas, masih ada beberapa jenis ikan arwana lainnya, seperti ikan arwana hitam, ikan arwana banjar yang berwarna merah muda, highback dan super highback golden yang berwarna keemasan, dan ikan arwana Afrika yang berwarna abu-abu menyala.

Jenis dan Cara Memberikan Makanan Ikan Arwana

https://i.ytimg.com

Sebagai ikan hias, maka semakin indah, harga ikan arwana pun semakin mahal. Namun, keindahan arwana dapat pudar akibat kesalahan dalam pemilihan jenis dan cara memberikan makanan ikan arwana. Karena itu, dalam memberikan makanan, perlu diperhatikan beberapa hal penting berikut.

a. Makanan untuk Ikan Arwana Anakan

Pada anakan ikan arwana atau lazim disebut burayak, kebutuhan nutrisi dan ukuran makanan yang diberikan berbeda dibandingkan dengan ikan arwana dewasa. Sesuai dengan ukuran tubuhnya yang masih kecil, kurang lebih 8 cm, makanan yang diberikan pun harus berukuran kecil dan lunak. Contohnya adalah cacing sutra, kutu air, cacing darah, dan artemia.

b. Makanan untuk Ikan Arwana Remaja

Saat menginjak remaja, ukuran makanan ikan arwana bisa ditingkatkan. Anda bisa memberikan ikan kecil, anakan katak, cacing beku, atau serangga dengan jadwal sebagai berikut:
– Pukul 07.00-08.00: jangkrik dan belalang yang sudah dibuang kakinya dengan takaran 2-3 ekor serangga untuk setiap ikan arwana.
– Pukul 10,00-11.00: anakan katak, 1 ekor untuk setiap ikan arwana.
– Pukul 16.00-17.00: anakan katak, 1 ekor untuk setiap ikan arwana.

c. Makanan untuk Ikan Arwana Dewasa

Pemberian makanan pada ikan arwana dewasa (panjang lebih dari 30 cm) bertujuan agar stamina dan warna ikan agar tetap bagus. Berikan 2-3 ekor anak katak pada pagi hari, 1-2 ekor jangkrik atau 4-5 ekor belalang pada pukul 11.00, 1 ekor katak pada pukul 14.00, dan 2-3 ekor jangkrik atau belalang di sore hari. Jika ikan tampak masih lapar, bisa diberikan makanan kembali.

Selain jenis dan waktu pemberian makanan, ada beberapa hal lain yang juga penting diperhatikan seputar makanan ikan arwana, yaitu:

– Katak sangat bagus untuk pertumbuhan ikan arwana karena mengandung lemaknya tinggi. Namun, jangan jadikan katak sebagai makanan utama karena dapat membuat warna ikan menjadi pucat. Di samping itu, ada beberapa jenis ikan arwana yang tidak menyukai katak.

– Kandungan betacarotene pada jangkrik sangat bagus untuk meningkatkan keindahan warna ikan arwana, terutama pada jenis Super Red dan Golden Red. Karena itu, jangkrik sangat bagus dijadikan makanan utama. Pilihlah jangkrik yang masih muda dan potonglah semua kakinya terlebih dahulu agar mulut ikan tidak terluka.

– Selain jangkrik, udang juga sangat bagus untuk membuat warna ikan arwana semakin terang. Udang dapat diberikan dalam keadaan segar maupun beku. Agar tak melukai ikan, buang sungut udang terlebih dahulu.

– Ikan arwana bisa juga diberi makan kadal dan cecak sebagai makanan selingan. Namun, tidak semua ikan arwana menyukainya.

– Makanan selingan lain yang bisa diberikan adalah kelabang. Meskipun bagus untuk mencerahkan warna ikan, jangan menjadikan kelabang sebagai makanan utama. Selain mahal, lama kelamaan ikan arwana tidak mau makan makanan lainnya.

– Untuk ikan arwana yang kehilangan nafsu makan, bisa diberikan. Kecoa memiliki kandungan protein tinggi sehingga bisa mengembalikan stamina ikan dan merangsang nafsu makannya.

– Ikan kecil boleh diberikan pada ikan arwana seminggu sekali karena ikan kecil memiliki kandungan berbagai macam bibit penyakit.

– Jika ingin lebih praktis, pelet juga bisa diberikan pada ikan arwana. Namun, tidak semua ikan arwana mampu menyerap kandungan yang ada di dalam pelet.

Panduan Budidaya Ikan Arwana dengan Modal Kecil

https://i.ytimg.com

Ikan arwana dapat dibudidayakan di kolam besar maupun di dalam akuarium. Namun, membudidayakan ikan arwana di kolam besar tentu saja membutuhkan modal yang cukup besar. Oleh karena itu, bagi para pemula atau mereka yang hanya memiliki modal kecil, budidaya ikan arwana di akuarium bisa menjadi solusi yang paling tepat.
Jika Anda tertarik untuk membudidayakan ikan arwana di akuarium, berikut ini langkah yang perlu dilakukan:

a. Menyiapkan Media

Hal pertama yang perlu dilakukan tentu saja adalah menyiapkan media yang akan digunakan, yaitu akuarium. Sesuaikan jumlah akuarium dengan kebutuhan. Jangan lupa untuk melengkapi akuarium dengan peralatan yang diperlukan, yaitu aerator, filter air, heater, pengatur suhu, dan lampu.

b. Memilih Jenis Ikan yang Akan Dibudidayakan

Sebagaimana diuraikan di atas, ada beragam jenis ikan arwana dengan harga yang bervariasi juga. Bagi para pemula, disarankan untuk membudidayakan ikan arwana jenis super red karena harga jualnya cukup menarik, hingga Rp5 juta per ekor. Namun, karena harga benihnya juga mahal, yaitu Rp1 juta per ekor, Anda juga bisa memilih jenis lain yang lebih murah.

c. Mempersiapkan Indukan

Seperti halnya budidaya ikan pada umumnya, indukan ikan arwana harus dipilih yang berkualitas baik agar mendapatkan hasil yang baik juga. Pilihlah ikan jantan dan betina yang sudah berumur minimal 4 tahun. Jenis kelamin ikan arwana dapat dibedakan dari ukuran tubuh dan kepalanya. Ikan arwana betina memiliki tubuh dan kepala yang lebih kecil dan ikan jantan sebaliknya.

d. Mengembangbiakkan Ikan Arwana

Ikan arwana siap untuk dikembangbiakkan jika sudah menemukan pasangan. Ciri-cirinya adalah mereka sering berenang bersama dengan kepala dan ekor saling menempel. Ambil kedua ikan tersebut untuk dipisahkan dari ikan arwana lainnya. Tempatkan keduanya di akuarium pengembangbiakan.
Proses pembuahan ikan arwana tergolong unik. Di dalam kolam pengembangbiakan, ikan akan melakukan proses perkawinan dan ikan betina akan bertelur. Setelah itu, ikan jantan akan “memakan” telur-telur tersebut untuk dibuahi hingga menjadi larva ikan. Setelah kurang lebih dua bulan, ikan jantan akan mengeluarkan larva-larva ikan tersebut.

e. Membesarkan Benih

Benih ikan arwana harus mendapat perlakukan khusus. Benih yang masih berukuran kecil, sekitar 1 cm, diberi makan cacing pita dan nutrisi buatan lainnya. Setelah berukuran 12 cm, benih harus dipisahkan dari indukannya agar tidak termakan oleh indukan. Beri pakan berupa udang kecil dan ikan rucah.

f. Memanen Ikan Arwana

Ikan arwana dapat dipanen jika sudah mencapai ukuran dan bobot yang sesuai, juga memiliki warna yang bagus sesuai jenisnya. Sebagaimana diketahui, ikan arwana yang paling banyak dicari adalah yang memiliki warna paling eksotis dan cemerlang. Semakin indah warnanya, semakin tinggi pula harganya.

Pada tahun 2004, Indonesia menduduki peringkat keempat sebagai negara eksportir ikan hias dunia, termasuk ikan arwana, dengan nilai ekspor hampir 13 juta dolar Amerika. Semakin hari, minat masyarakat untuk memelihara ikan arwana pun semakin meningkat. Hal ini menandakan, budidaya ikan arwana masih memiliki peluang yang sangat menjanjikan.

Sumber artikel

– http://satwasatwa.blogspot.com/2014/06/sejarah-ikan-arwana-di-indonesia-asal-usul-ikan-arwana.html
– http://www.superperikanan.com/2017/07/Sejarah-ikan-arwana.html
– https://jempoltangan.com/jenis-ikan-arwana-yang-menarik/
– https://ruangtanya.com/makanan-ikan-arwana/
– https://satujam.com/budidaya-ikan-arwana/
– https://ilmubudidaya.com/cara-budidaya-ikan-arwana

Tinggalkan komentar