Cara Budidaya Ikan Gurame Supaya Cepat Panen

Budidaya ikan gurame – Jika Anda pergi ke restoran yang menyediakan menu ikan, olahan ikan gurame menjadi salah satu sajian yang paling banyak dicari. Dagingnya yang tebal dan gurih semakin lezat setelah diolah menjadi aneka masakan. Namun, harganya memang relatif mahal karena budidaya ikan gurame belum terlalu banyak dikembangkan.

Mengapa Memilih Usaha Budidaya Ikan Gurame?

budidaya ikan gurame
http://www.semuaikan.com

Indonesia memiliki beragam jenis ikan yang potensial untuk dibudidayakan, baik sebagai bahan konsumsi maupun ikan hias. Jika tertarik untuk beternak ikan konsumsi, Anda bisa memilih beternak gurame. Budidaya ikan gurame adalah pilihan yang tepat bagi para peternak pemula.

Mengapa bisnis ikan gurame sangat menarik untuk ditekuni? Berikut alasannya:

  • Memiliki Prospek yang Sangat Baik

Masyarakat Indonesia sudah sejak lama mengenal ikan gurame karena merupakan ikan asli Indonesia. Lidah orang Indonesia pun sudah akrab dengan aneka masakan berbahan dasar ikan gurame. Bukan hanya di Sunda, tetapi juga di berbagai tempat lainnya.

Tak seperti makanan lainnya, olahan ikan gurame bukanlah makanan yang hanya mengikuti tren sesaat dan kemudian menghilang. Ikan ini masih akan tetap dikonsumsi sampai kapan pun. Artinya, bisnis budidaya ikan gurame akan tetap bertahan dalam jangka waktu lama.

  • Peluang Usaha Masih Terbuka Lebar

Dengan semakin menjamurnya bisnis kuliner, terutama di kota-kota besar, permintaan akan ikan gurame pun semakin meningkat. Sebagai contoh, di Jakarta saja, permintaan ikan gurami mencapai 10-15 ton per hari.

Namun ternyata, usaha ternak gurame yang ada saat ini belum bisa mengimbangi permintaan yang tinggi tersebut. Dengan demikian, peluang untuk ambil bagian dalam bisnis budidaya ikan gurame ini masih terbuka lebar.

  • Sangat Menguntungkan

Ikan gurame adalah ikan air tawar yang paling unggul dibandingkan jenis ikan air tawar lainnya, seperti ikan nila, mujair, atau ikan mas. Rasanya yang enak membuat ikan ini sangat digemari konsumen.

Meskipun harganya tinggi, permintaan akan ikan gurame tetap tinggi, terutama di kota-kota besar. Harga jualnya relatif stabil, bahkan cenderung meningkat. Bagi para pebisnis budidaya ikan gurame, tentu saja hal ini menggembirakan karena berarti keuntungan yang diperoleh pun semakin besar.

  • Mudah Dibudidayakan

Pertumbuhan ikan gurame relatif lambat. Untuk mencapai masa panen, perlu waktu yang tidak sebentar. Namun, karena pemeliharannnya mudah dan harga jualnya tinggi, waktu panen yang lama tidak terlalu menjadi masalah.

Beberapa kemudahan dalam budidaya ikan gurame di antaranya adalah lahan masih tersedia luas, bibit dan pakannya mudah diperoleh, dan teknik pemeliharaannya pun tidak sulit untuk diterapkan.

Cara Budidaya Ikan Gurame Agar Cepat Panen

cara budidaya ikan gurame
cara budidaya ikan gurame

Ikan gurame dicanangkan sebagai salah satu dari 12 jenis ikan untuk memenuhi gizi masyarakat. Selain itu, ikan gurame juga termasuk dalam 15 komoditas ikan yang prospektif untuk dibudidayakan dalam rangka meningkatkan produksi pendapatan para petani.

Sampai saat ini, produksi ikan gurame masih terkonsentrasi di Pulau Jawa. Menurut data tahun 2018, lima penghasil ikan gurame tertinggi adalah Jawa Barat (34,04%), Jawa Tengah (18,67%), Sumatra Barat (15,44), Jawa Timur (14,98%), dan Nusa Tenggara Barat (2,70%).

Selain untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri, ternak ikan gurame juga memiliki peluang untuk diekspor. Beberapa negara yang merupakan pasar potensial untuk ikan gurame adalah Malaysia, Singapura, Brunei Darussalam, Jepang, dan Amerika Serikat.

Fakta-fakta di atas menunjukkan, budidaya ikan gurame masih sangat bisa dikembangkan. Jika Anda tertarik dengan ternak ikan konsumsi, tidak ada salahnya mencoba usaha ini. Agar ternak gurame Anda bisa cepat menghasilkan, ikuti langkah-langkah di bawah ini.

1. Menentukan Lokasi

Pada dasarnya, ikan gurame bisa hidup di mana saja. Namun agar budidaya ikan gurame bisa memberikan hasil optimal, akan lebih baik jika Anda memilih lokasi yang kondisinya mendukung pertumbuhan gurame secara baik.

Ada beberapa faktor yang memengaruhi tumbuh kembang ikan gurame, di antaranya kondisi tanah, suhu dan keasaman air, ketersediaan oksigen, dan tingkat kesuburan air. Sedapat mungkin, pilihlah lokasi yang memenuhi syarat berikut:
Ketinggian: 20-500 mdpl

  • Suhu air: 25-28 derajat Celsius
  • pH air: 6,5-7
  • Kesadahan air: 7 HD
  • Oksigen cukup memadai
  • Air mengandung banyak mineral dan zat hara

2. Menyiapkan Kolam

Sebagai tempat ikan hidup dan berkembang biak, kolam sangat menentukan sukses tidaknya usaha budidaya ikan gurame. Kolam untuk ternak ikan gurame bisa berupa kolam tanah, kolam semen, atau kolam terpal. Ketiganya memiliki kelebihan dan kelemahan masing-masing.

a. Budidaya ikan gurame di kolam tanah

budidaya ikan gurame di kolam tanah
https://2.bp.blogspot.com

Kolam tanah memiliki keunggulan mengandung banyak plankton dan tumbuhan air yang merupakan pakan pelengkap alami bagi ikan gurame. Namun, kolam tanah memiliki kelemahan yaitu gurame rentan terserang penyakit, mudah dimasuki hama, dan air mudah keruh.

Kolam tanah harus dibuat dengan cara yang benar, yaitu:

  • Kolam yang sudah dibuat dikeringkan lebih dahulu sampai retak-retak. Tujuannya agar semua mikroorganime dan kuman dalam tanah mati.
  • Selanjutnya, tanah digemburkan untuk menghilangkan kandungan amonianya.
  • Lakukan proses pengapuran dengan menggunakan dolomit yang ditebar di permukaan kolam. Penambahan dolomite bermanfaat untuk menyeimbangkan pH tanah sehingga mikroorganisme patogen musnah.
  • Lakukan pemupukan menggunakan pupuk organik dengan tambahan urea dan TSP. Tujuan pemupukan adalah memberi nutrisi untuk plankton dan kutu air yang bermanfaat sebagai makanan ikan gurame.

b. Budidaya ikan gurame di kolam beton

budidaya ikan gurame di kolam tanah
https://guramimurah.files.wordpress.com

Kolam semen atau tembok memiliki dua kelebihan, yaitu perawatannya lebih mudah dan lebih kuat menahan tekanan air yang sangat besar. Hanya saja, dibutuhkan modal cukup besar untuk membuat kolam tembok dan kolam ini hanya memiliki sedikit plankton.

Konstruksi kolam bisa disesuaikan dengan kebutuhan dan kondisi lahan. Jika lahan yang tersedia cukup luas, Anda bisa membuat kolam dengan ukuran 5x10m. Ukuran ini merupakan ukuran ideal untuk pemeliharaan ikan di kolam tembok.

c. Budidaya ikan gurame di kolam terpal

budidaya ikan gurame di kolam terpal
https://3.bp.blogspot.com

Ikan gurame membutuhkan kolam yang luas dan waktu yang lama sampai siap dipanen. Karena itu, kolam terpal kurang disarankan. Ukuran terpal terbatas dan bahannya tidak cukup kuat jika digunakan dalam jangka waktu lama. Kolam terpal sebaiknya digunakan untuk usaha telur gurame, pendederan, atau pembesaran yang waktunya lebih singkat.

Apa pun jenis kolam yang dipilih, pastikan kolam tersebut dibuat dengan mengikuti ketentuan standar, yaitu:

  • Dasar kolam harus bersih, tidak berlumpur, dan tidak terlalu keruh. Namun, kolam tanah yang mengandung banyak humus tetap baik untuk dijadikan tempat beternak ikan gurame.
  • Untuk mempermudah sirkulasi, kolam dibuat dengan kemiringan bak antara 3-5 derajat.
  • Kedalaman kolam adalah sekitar 80-130 cm.

Ikan gurame berkembang biak melalui beberapa tahapan. Agar proses pengembangbiakan ikan gurame berjalan optimal, ada lima jenis kolam yang perlu disiapkan, yaitu:

  • Kolam penyimpanan induk: tempat untuk mempersiapkan kematangan telur dan memelihara kesehatan induk. Untuk luas sekitar 10 meter persegi dengan kedalaman minimal 50 cm, kolam bisa diisi dengan 20 ekor betina dan 10 ekor jantan.
  • Kolam pemijahan: tempat dilakukannya proses pemijahan. Kepadatan minimal kola mini adalah 1-2 ekor per m2 dengan perbandingan jantan dan betina 1:4. Sebagai contoh, kolam dengan luas 20 m2 bisa diisi dengan 24 ekor induk, terdiri dari 5 ekor induk jantan dan 20 ekor induk betina. Kolam dilengkapi ijuk dan ranting sebagai tempat menempelnya telur.
  • Kolam pendederan: tempat pemeliharaan benih dengan luas 50-100 meter persegi dengan kepadatan maksimal 50 ekor per meter persegi.
  • Kolam pembesaran: di sini adalah tempat untuk pemeliharaan benih hingga besar, selepas dari kolam pendederan.
  • Kolam pemberokan: tempat untuk membersihkan ikan sebelum dijual ke pasaran.

3. Mengisi Kolam dengan Air

budidaya ikan gurame di kolam kecil
https://4.bp.blogspot.com

Pengisian kolam dengan air bersih dilakukan secara bertahap untuk memberi kesempatan fitoplankton berkembang dengan baik. Setelah proses pemupukan selesai, isilah kolam dengan air hingga sampai 50% dari ukuran kolam terisi. Diamkan selama 2-3 hari supaya calon makanan alami gurame seperti kutu air dan plankton tumbuh dengan baik.

Selama waktu tersebut, kolam akan mulai tampak berwarna kehijauan akibat lumut dan tumbuhan lain yang menandakan kolam tersebut sudah dipenuhi fitoplankton. Setelah 7 hari, barulah benih untuk budidaya ikan gurame bisa ditebar.

4. Menebar Benih Gurame

usaha budidaya ikan gurame
http://3.bp.blogspot.com

Untuk budidaya ikan gurame yang baik, gunakan benih yang sudah berukuran 5-7 cm. Jangan langsung menebarkan benih ke dalam kolam. Masukkan benih ke dalam wadah plastik, bak, atau ember yang sudah berisi air kolam. Biarkan selama 20 menit agar benih ikan bisa beradaptasi.

Selanjutnya, tebarkan benih perlahan-lahan, kemudian isi kolam kembali hingga ketinggian airnya mencapai 80cm. Setelah bibit ikan gurame ditebar, kebersihan kolam harus dijaga. Pembersihan kolam harus dilakukan secara rutin. Untuk mengganti air, cukup 30% saja air yang dibuang agar kelangsungan hidup ikan gurame di dalam kolam tetap terjaga.

5. Memberi Pakan Gurame

budidaya ikan gurame air tawar
https://i.ytimg.com

Ikan gurame termasuk jenis ikan omnivora. Ikan gurame juga menyukai cacing sutra serta hewan air seperti kutu air dan juga plankton, tetapi makanan terbaik untuk ikan gurame tetaplah berupa tumbuhan alami.

Jenis pakan yang biasa diberikan untuk budidaya ikan gurame adalah pelet dan dedaunan atau sayuran, seperti daun talas, daun singkong, daun kangkung, daun papaya, tauge, dedak, jagung, daun, dan ampas tahu. Sebelum diberikan, sayuran harus direbus lebih dahulu lalu dicincang.

6. Memanen Gurame

budidaya ikan gurame di rumah
http://www.agrowindo.com

Sebagai pelaku usaha, Anda juga perlu mengetahui masa panen ideal ikan gurame. Hal tersebut akan mempermudah Anda menghitung perkiraan modal dan hasil yang nantinya didapatkan dari budidaya ikan gurame Anda.

Secara umum, ikan gurame baru bisa dipanen setelah 9-11 bulan atau ketika bobotnya mencapai 400 gram-1 kg per ekor. Namun, Anda bisa memanen ikan gurame kapan saja setelah mencapai ukuran tertentu, tidak harus menunggu hingga ikan cukup dewasa dan siap dikonsumsi.

Sebagai gambaran, berikut ini adalah berat badan ikan gurame di setiap tahap pertumbuhan secara umum, dengan syarat pemberian makannya dilakukan sesuai kebutuhan standar:

– Umur 1 bulan: 73 gram per ekor.
– Umur 4 bulan: 264-294 gram per ekor.
– Umur 8 bulan: 538-588 gram per ekor.
– Umur 10 bulan: 700-735 gram per ekor.

Angka-angka di atas adalah perkiraan secara umum saja. Untuk mendapatkan angka yang lebih pasti, lakukan pengamatan terhadap peternakan ikan gurame milik Anda sendiri. Buatlah grafik pertumbuhan ikan gurame sesuai dengan cara ternak yang dilakukan.

Kiat Sukses Budidaya Ikan Gurame Agar Lebih Cepat Panen

Setiap peternak pasti ingin budidaya ikan gurame yang dijalankannya bisa memberikan hasil secepat mungkin. Pertumbuhan ikan gurame memang tergolong lambat, tapi jangan menyerah. Anda bisa melakukan beberapa kiat berikut agar ikan gurame bisa lebih cepat dipanen.

1. Menggunakan Benih yang Tepat

Benih yang tepat tidak hanya bisa menghasilkan ikan gurame yang berkualitas baik, tapi juga membuat proses produksi jadi lebih efiesin. Caranya adalah dengan memilih benih yang ukurannya sudah agak besar dan benih lokal.

Jika Anda memiliki target untuk memanen gurame berukuran 500gram, pilihlah benih berukuran 100gram atau kira-kira sudah berumur satu tahun. Belilah benih dari budidaya ikan gurame setempat sehingga benih ikan gurame cepat beradaptasi. Dengan cara ini, panen ikan gurame bisa dilakukan hanya dalam waktu 6-7 bulan.

2. Memodifikasi Pakan

Mempercepat pertumbuhan ikan gurame juga dapat dilakukan dengan memodifikasi pakannya. Caranya, berikan pelet yang terbuat dari campuran tumbuhan dan daging atau pakan yang memiliki kandungan protein minimal 3%. Berikan juga makanan tambahan berupa daun talas, daun singkong, daun selada, dan kangkung.

Ikan gurame juga tidak menyukai pakan yang tenggelam di dasar kolam. Karena itu, berikan pakan jenis terapung agar ikan gurame yang gerakannya cenderung lambat masih tetap bisa memakannya.

3. Menambah Kedalaman Kolam

Salah satu karakter ikan gurame adalah senang bergerak secara vertikal. Jadi, buatlah kolam dengan kedalaman yang cukup agar ikan bisa berenang naik-turun dengan bebas. Kolam yang lebih dalam juga lebih baik karena kadar oksigen terlarunya lebih tinggi.

4. Menerapkan Sistem Monokultur

Ikan gurame bergerak relatif lamban dibandingkan ikan lainnya. Karena itu, sangat disarankan untuk membudidayakan ikan gurame dengan sistem monokultur, yaitu dengan tidak mencampur ikan gurame dengan ikan lain dalam satu kolam. Pencampuran akan menghambat pertumbuhan ikan gurame karena pasti akan kalan bersaing dalam memperebutkan makanan.

Alternatif Lain Jenis Budidaya Ikan Gurame

Produk budidaya ikan gurame tidak hanya bisa dijual dalam bentuk ikan yang siap dikonsumsi. Kalau tidak ingin terlalu lama menunggu hingga ikan bisa dipanen, Anda bisa berinovasi dengan memilih jenis usaha lain dari ikan gurame, yaitu:

a. Telur Gurame

cara budidaya ikan gurame yang baik
https://ecs7.tokopedia.net

Banyak orang yang memulai usaha ternak gurame dengan membeli telur gurame yang siap menetas. Anda bisa mengambil peluang ini dengan memproduksi telur gurame yang berkualitas.

Usaha telur gurame dapat dijalankan dengan modal kecil. Anda cukup menyediakan kolam dengan kedalaman 1 meter untuk menampung 5 ekor induk gurame dengan komposisi 1 ekor jantan dan 4 ekor betina.

b. Pendederan gurame

budidaya ikan gurame secara intensif
https://1.bp.blogspot.com

Pendederan adalah menetaskan telur ikan gurame dan merawatnya hingga berukuran kira-kira sebesar biji oyong. Dengan modal yang kecil, keuntungan yang didapat bisa mencapai 100%. Sebagai contoh, telur seharga Rp20,00 per ekor, setelah sebesar biji oyong bisa dijual dengan harga Rp110,00. Wow, sangat menguntungkan, bukan?

c. Pembesaran ikan gurame

pembesaran ikan gurame
https://agritani.id

Bisnis ini juga bisa menjadi alternatif bagi Anda yang tidak ingin menunggu terlalu lama hingga ikan gurame siap dikonsumsi. Gurame bisa dijual mulai dari ukuran sebesar silet atau satu kepalan tangan.

Teknik budidaya ikan gurame yang baik dan bisa cepat panen memang harus dikuasai. Namun untuk bisa sukses, tidak ada salahnya Anda juga berguru secara langsung kepada orang yang sudah berpengalaman dan terbukti berhasil.

Sumber artikel
– http://harisfatorialdila.blogspot.com/2012/05/potensi-agribisnis-ikan-gurame.html
– https://www.infoikan.com/2018/01/prospek-bisnis-ikan-gurami-akan-selalu.html
– http://youdknow.blogspot.com/2014/08/peluang-usaha-budidaya-gurami.html
– http://www.faunadanflora.com/cara-praktis-budidaya-ikan-gurame-agar-cepat-besar-dan-panen/
– https://elaveriguador.blogspot.com/2017/08/jenis-kolam-terbaik-untuk-budidaya.html
– https://www.budidaya-petani.com/2013/09/teknik-cara-budidaya-ikan-gurami-lengkap.html
– http://tipsikan.blogspot.com/2015/12/5-cara-mempercepat-pertumbuhan-ikan.html

Tinggalkan komentar