Ternyata, Budidaya Ikan Louhan Tak Sesulit yang Dibayangkan!

Budidaya ikan louhan – Di tahun 2000-an silam, ikan louhan sangat booming di kalangan para pecinta ikan hias. Bentuk dan warna-warni yang unik serta dipercaya mendatangkan keberuntungan membuat orang rela mengeluarkan puluhan juta rupiah untuk memilikinya. Bahkan hingga sekarang, budidaya ikan louhan masih menarik meski tak sepopuler dulu.

Asal-usul dan Perkembangan Ikan Louhan sebagai Ikan Hias

https://i0.wp.com

Ikan louhan merupakan jenis ikan air tawar dengan ciri khas benjolan di bagian depan kepalanya. Di Indonesia, ikan ini juga dikenal dengan sebutan ikan jenong atau ikan nonong. Habitat asli ikan louhan atau Flowerhorn ini adalah Malaysia dan Taiwan sampai kemudian menyebar ke seluruh penjuru dunia.

Pada tahun 1994, Malaysia mengimpor iblis merah cichlid (genus Amphilophus) dari Amerika Tengah dan hasil hibrida parrot cichlid dari Taiwan. Kedua jenis ikan ini dibesarkan bersamaan dan melahirkan jenis ikan louhan, yang berasal dari kata Hua Louhan yang berarti Dewi Pelindung. Ikan ini dipercaya akan melindungi siapa pun yang memeliharanya.

Spesies ikan louhan yang baru dihasilkan pada tahun 1995 melalui perkawinan silang lebih lanjut dengan dengan Human Face Red God of Fortune. Jenis baru ini disebut Five-Colors God of Fortune yang memiliki warna sangat indah sehingga cepat populer.

Penyempurnaan dengan cara persilangan terus dilakukan hingga tahun 1998. Persilangan antara Seven-Colors Blue Fiery Mouth (Greenish Gold Tiger) dari Amerika Tengah dengan Jin Gang Blood Parrot dari Taiwan menghasilkan jenis hibrida flowerhorn Hua Lou Han.

Antara tahun 1998-1999, Amerika mengimpor ikan louhan jenis Flowerhorn dan Golden Base yang kemudian menghasilkan dua spesies baru, yang memiliki mutiara atau bintik perak putih pada kulitnya dan yang tidak.

Pada perkembangan selanjutnya, di Amerika Serikat dikenal empat spesies flowerhorn, yaitu flowerhorn biasa, skala mutiara, emas, dan fader.

Ikan louhan terbaru yaitu jenis Kamfa muncul pada tahun 2000-2001, dari hasil persilangan setiap jenis flowerhorn dengan spesies dari genus Vieja atau dengan Parrot Cichlid jenis apa saja. Cirinya adalah mulut pendek, benjolan di kepala besar, mata cekung, dan ekornya terbungkus.

Mengenal 7 Jenis Ikan Louhan Tercantik di Dunia

Dari tahun ke tahun, jenis ikan louhan terus berkembang dengan munculnya berbagai spesies baru. Selain warna sisik dan jenong-nya, daya tarik ikan louhan juga terletak pada tanda atau marking pada sisiknya yang berbentuk motif tertentu, huruf mandarin, latin, atau angka. Berikut ini tujuh jenis louhan tercantik di dunia.

1.    Louhan Golden Red

https://i0.wp.com

Golden red atau louhan trimaculatus termasuk jenis ikan louhan yang harga jualnya paling mahal. Ikan yang berasal dari Taiwan ini memiliki ciri khas warna kulitnya yang indah, perpaduan antara warna merah dan kuning keemasan.

Pada saat masih berupa anakan, warna kulitnya belum menonjol dan akan terlihat semakin jelas setelah ikan dewasa.

2.    Louhan Cencu atau Zenzhu

http://masirul.com

Di Indonesia, ikan ini disebut juga louhan mutiara karena pada tubuhnya terdapat bintik-bintik putih seperti mutiara. Louhan cencu klasik berukuran lebih besar, benjolannya kecil, warna didominasi merah cerah dengan sedikit bintik mutiara.

Lain halnya dengan cencu klasik, cencu modern memiliki warna yang lebih indah. Meskipun, ukuran tubuh cencu modern ini lebih kecil dengan jenong lebih besar dan bintik mutiara lebih banyak.

3.    Louhan Kamfa atau Golden Flower

http://3.bp.blogspot.com

Ciri khas ikan louhan kamfa yang membedakannya dari jenis louhan lain adalah siripnya lebih lebar dan kaku. Pada tubuhnya tidak terdapat marking atau tanda seperti louhan pada umumnya. Kalaupun terdapat marking, hal itu menandakan bahwa ikan tersebut merupakan hasil persilangan dengan jenis louhan lain.

4.    Louhan Super Red Texas

https://upload.wikimedia.org

Ciri khas louhan jenis super red texas adalah warna sisiknya merah merona dan tubuhnya dipenuhi bintik mutiara. Ikan ini merupakan ikan hibrida yang berasal dari persilangan dua spesies berbeda dari family yang sama, yaitu American Cichlid.

5.    Louhan Rainbow King

https://i1.wp.com

Sesuai namanya, ikan louhan rainbow king memiliki sisik yang berwarna-warni seperti pelangi. Keindahan perpaduan warnanya membuat ikan ini sering menjuarai kontes ikan louhan internasional. Ciri lain louhan rainbow king adalah bentuk badannya yang hampir kotak, tidak seperti ikan louhan pada umumnya.

6.    Louhan Kemalau

https://i2.wp.com

Jenis louhan yang satu ini termasuk jenis ikan louhan yang langka dan banyak diburu para pecinta louhan di Indonesia. Ikan ini berasal dari Thailand dan memiliki ciri khas sisiknya berwarna merah dan merah muda serta memiliki bintik-bintik mutiara yang berbeda dengan jenis lainnya.

7.    Louhan Super Red Dragon

https://www.satwapedia.com

Louhan red dragon termasuk ikan louhan cencu. Sisiknya berwarna merah menyala dari kepala hingga setengah badannya serta pada bagian ekor. Ikan ini menjadi incaran para kolektor louhan di Asia, seperti di Indonesia, Malaysia, dan Singapura, bahkan juga di Eropa.

Makanan Terbaik Ikan Louhan agar Cepat Besar, Jenong, dan Merah

http://bahasikan.com

Keunikan ikan louhan adalah benjolan di kepala dan warna sisiknya. Karena itu, para pemelihara dan penjual ikan louhan selalu berupaya memberikan pakan yang terbaik agar tampilan ikan louhan semakin menarik, baik pakan pabrikan maupun alami. Semakin besar, jenong, dan cerah warnanya, harga ikan louhan semakin mahal.

Berikut ini beberapa jenis makanan ikan louhan yang dipercaya dapat membuat louhan cepat besar, jenongnya besar, dan warnanya merahnya semakin cerah.

1.    Makanan agar Louhan Cepat Besar

Agar cepat besar, ikan louhan harus mendapatkan makanan yang kaya akan nutrisi saat masih berupa anakan, yang terdiri dari karbohidrat, protein, dan lemak. Ketiganya harus diberikan dalam jumlah dan komposisi yang seimbang sesuai kebutuhan dan pertumbuhan ikan.

Karbohidrat sebagai sumber energi dan penjaga stabilitas tubuh ikan didapat dari pelet pabrik. Kebutuhan protein ikan louhan bisa dipenuhi dengan memberi pakan berupa cacing tanah, cacing tubifeks, artemia, jangkrik, atau anakan ikan gabus. Sedangkan pakan untuk memenuhi kebutuhan lemak adalah cacing tanah dan cacing darah.

2.    Makanan agar Jenong dan Berwarna Merah Cerah

Pakan yang tepat dapat membuat warna merah pada ikan louhan jadi lebih cerah dan mencolok. Namun harus diingat, tidak semua ikan lohan dapat memiliki jenong yang besar dan warna merah menyala, tergantung pada jenis dan indukannya.

Jenong dan warna merah cerah dapat diperoleh dengan memberikan pelet pabrik yang khusus dibuat untuk mencerahkan warna. Selain pelet pabrik, ada juga beberapa jenis pakan alami yang berkhasiat memperbaiki jenong dan warna merah louhan, yaitu udang, kelabang, jangkrik, dan cacing tanah.

Daging udang mengandung beta-carotene yang memengaruhi warna sisik ikan louhan dewasa menjadi merah cerah maksimal. Udang juga mengandung astaxanthin, yaitu pigmen yang akan memunculkan warna merah pada louhan dan membuat tubuh louhan cepat besar. Jangan lupa, buang sungut udang sebelum diberikan kepada ikan louhan piaraan Anda.

Kelabang merupakan bahan pakan alami yang baik untuk louhan. Fungsi dari kelabang adalah agar bintik-bintik mutiara pada tubuh ikan louhan tampak semakin menyala. Sedangkan jangkrik berfungsi membuat sirip ikan cepat panjang dalam waktu singkat dan cacing tanah dapat meningkatkan warna ikan louhan.

Pakan louhan juga bisa berupa kombinasi dari cacing beku, cacing tanah, bayam, wortel, dan hati sapi. Semua bahan tersebut dicampur secara merata, kemudian ditambahkan agar-agar sebagai perekat.

Setelah itu, campuran tersebut dibentuk menjadi butiran-butiran kecil. Gunakan pakan racikan ini sebagai makanan selingan dan diberikan 2-3 kali dalam sehari.

Tahapan Budidaya Ikan Louhan

Ikan louhan termasuk salah satu jenis ikan agresif dan teritorial, yaitu akan mempertahankan daerah kekuasaannya. Karena itu, jika ditempatkan bersama ikan lain dalam satu tempat yang sama, hampir pasti terjadi perkelahian. Meski demikian, ikan louhan tergolong mudah diternakkan.

Ikan louhan yang berkualitas bagus memiliki ciri sebagai berikut:

  • Sirip bagian atas, bawah, dan ekornya seimbang.
  • Sirip dan ekor merekah, melebar, dan utuh.
  • Jenong pada bagian kepalanya tampak proporsional terhadap ukuran tubuh.
  • Warna dasar tubuhnya berwarna merah dan kuning cerah.
  • Terdapat bintik hitam yang tegas dari pangkal ekor sampai dengan insang dan dikelilingi lingkaran berwarna perak keemasan metalik.
  • Warna merah pada mata satu lingkaran penuh.
  • Pada jenis mutiara, terdapat bintik mutiara di seluruh badan.

1.    Memilih Calon Indukan

Langkah pertama untuk melakukan budidaya adalah memilih sepasang louhan sebagai calon indukan. Untuk menghasilkan louhan yang berkualitas bagus, sudah pasti Anda harus memilih calon indukan yang bagus juga, sekitar 40%-60%. Induk louhan yang berkualitas memiliki ciri berikut ini:

  • Susunan fisik teratur, tidak cacat, mata merah, dan tibuhnya simetris.
  • Usia louhan 8-10 bulan dengan panjang 15 cm dan lebar 10 cm untuk ikan betina dan ukuran yang lebih besar untuk ikan jantan.
  • Kelamin betina berwarna merah segar dan kelamin jantan merah meruncing.
  • Ikan betina bergerak lincah, nafsu makannya meningkat, warna badannya cerah, dan sirip punggung menghitam.
  • Pada ikan jantan, bintik mutiaranya semakin mengkilap.

2.    Menyiapkan Akuarium

https://i0.wp.com

Setelah calon indukan diperoleh, persiapkan akuarium sebagai tempat pemijahan dan perlengkapannya, seperti filter, aerator, heater, alat penampung air, bebatuan dan ornamen lainnya, serta lampu UV.

Ukuran akuarium harus sesuai dengan ukuran ikan louhan yang akan dibudidayakan, yaitu:

  • Untuk ukuran ikan 5-7,5 cm, ukuran akuarium 20×30 cm.
  • Untuk ukuran ikan 10-15 cm, ukuran akuarium 40×60 cm.
  • Untuk ukuran ikan di atas 25-40 cm, ukuran akuarium 60×120 cm.
  • Untuk ukuran ikan di atas 40 cm, ukuran akuarium 80×166-185 cm.

Pilihlah bahan yang mudah dibersihkan karena ikan louhan sensitif terhadap air keruh. Gunakan juga filter agar air tidak mudah keruh dan mencegah masuknya hama. Usahakan air terus mengalir supaya ikan tidak kekurangan oksigen dan tempatkan akuarium 80 cm dari lantai agar ikan tidak stres.

3.    Proses Pemijahan

https://i.ytimg.com

Setelah induk dan akuarium siap, proses pemijahan dapat dimulai. Pasang kaca penyekat di dalam akuarium, lalu masukkan ikan louhan jantan dan betina di bagian yang berbeda agar tidak berkelahi dan terbiasa satu sama lain. Sebelumnya lihat bagaimana cara membedakan ikan louhan jantan dan betina.

Pada hari pertama, ikan akan tampak gelisah karena merasa wilayah kekuasaannya terancam. Namun, lama kelamaan keduanya akan terbiasa. Proses pengenalan ini biasanya membutuhkan waktu sekitar 3 hingga 7 hari.

Jika pada indukan betina sudah muncul tanda-tanda bertelur, yaitu munculnya pen yang agak menonjol, lepaslah sekat kaca dan amati perilaku ikan. Jika merasa cocok, mereka akan saling menggesekkan badan sambil menggoyang-goyangkan ekornya. Tutuplah akuarium dengan kertas berwarna gelap.

Namun, jika louhan berkelahi dan louhan jantan hendak memakan telurnya, segera pisahkan kembali. Tempatkan indukan betina beserta telurnya di akuarium terpisah.

Jika induk betina memakan telurnya, maka pisahkan induk dengan telurnya. Keduanya bisa diupayakan untuk disatukan kembali setelah beberapa minggu atau mengganti pasangannya dengan louhan yang baru.

Jika pemijahan berhasil, dalam waktu 1 hingga 2 hari kemudian, telur akan bertebaran di dasar akuarium, biasanya di bagian pojok atau samping. Telur yang gagal dibuahi berwarna putih susu, sedangkan yang dibuahi berwarna bening dengan spot hitam.

Indukan jantan dan betina akan menjaga telur-telur tersebut. Terkadang, louhan jantan akan mengipasi telur dengan menggunakan siripnya untuk memberikan sirkulasi udara.

Pada tahap ini, berikan makanan yang banyak untuk kedua indukan, jangan sampai kelaparan karena mereka  akan memakan telurnya sendiri. Dalam waktu 48 jam, telur louhan akan menetas.

Untuk mencegah hal yang tidak diinginkan, kedua induk harus dipisahkan dari anakan louhan segera setelah semua telur menetas. Selama lima hari setelahnya, biarkan anakan louhan tanpa makanan. Pada hari kelima, barulah anakan diberi pakan dari kuning telur rebus yang diremas kemudian ditaburkan ke dalam akuarium.

4.    Tahap Pemeliharaan

https://i0.wp.com

Pada tahap pemeliharaan, ada dua hal utama yang perlu diperhatikan, yaitu kualitas air dan pemberian pakan. Kualitas air akuarium harus dikontrol setiap hari, baik suhu, pH, maupun kebersihannya.

Jadi, selalu siapkan termometer dan pH meter. Karena sudah menggunakan filter, penggantian air tidak perlu dilakukan terlalu sering, cukup 1 hingga 2 minggu sekali.

Makanan ikan louhan juga perlu diperhatikan, baik makanan alami, buatan, maupun kombinasi keduanya. Makanan alami bisa berupa udang, beberapa jenis cacing (cacing rambut, sutra, tanah, dan cacing darah), artemia, kutu air, dan jentik nyamuk. Pakan alami harus dibersihkan lebih dahulu sebelum diberikan pada ikan louhan agar higienis.

Pakan buatan berupa pelet khusus ikan louhan yang harus diberikan sejak ikan louhan masih berupa anakan. Selain pelet yang mengandung nutrisi, berikan juga pelet yang mengandung hormon atau spirulina agar warna louhan lebih cemerlang.

5.    Menjaga Kesehatan Ikan Louhan

Ikan louhan yang menarik tidak hanya indah dilihat, tetapi juga harus sehat. Berikut ini beberapa penyakit dan gangguan yang dapat menyerang louhan serta cara mencegah dan mengatasinya:

  • Cacat atau luka: ikan louhan diisolasi dalam akuarium khusus, berikan antibiotik dan makanan bergizi.
  • Stres: letakkan akuarium 80 cm di atas lantai, pisahkan dari ikan lain, ganti pakannya.
  • White spot: cegah dengan menjaga kualitas air dan menambahkan garam ikan pada air.
  • Mulut bisulan: pisahkan ikan pada akuarium khusus, beri antibiotik, dan puasakan selama 2-3 hari sebelum kemudian diberi pakan bergizi.
  • Kembung dan busuk mulut: tempatkan ikan dalam larutan campuran antibiotic, antiparasit, dan antijamur selama 7 hari tanpa diberi makan. Bisa juga digunakan air hangat dan garam ikan dan dipuasakan selama 3 hari.

Meski termasuk jenis ikan mahal, ikan louhan relatif mudah dipelihara dengan cara yang sederhana. Ikan louhan tidak membutuhkan perlakuan khusus sebagaimana ikan mahal lainnya. Yang penting, pastikan Anda mengikuti kelima tips di atas, agar usaha budidaya ikan louhan yang dijalankan dapat membuahkan hasil maksimal.

Tinggalkan komentar