Macam-macam Pakan Ikan Lele yang Baik untuk Budidaya

Pakan ikan lele – Lele merupakan jenis ikan air tawar pemakan segala, karena itu memelihara lele tergolong mudah. Namun dalam hal budidaya, pakan ikan lele harus tetap menjadi perhatian utama. Semakin baik kualitas makanannya, pastinya akan semakin baik pula kualitas ikan lele yang didapat.

Ada banyak jenis makanan yang biasa diberikan pada ikan lele. Secara keseluruhan, makanannya terbagi menjadi dua, yaitu makanan alami dan buatan.

Pakan alami adalah makanan yang berasal dari bahan-bahan yang ada di lingkungan sekitar, sedangkan pakan buatan adalah pakan pabrikan yang biasanya berupa pelet.

Pelet, Pakan Ikan Lele Paling Utama

pakan ikan lele
pakan ikan lele : http://efishery.com

Pelet merupakan makanan pokok lele yang biasanya dibuat oleh pabrik. Meski begitu, tak sedikit pula peternak yang membuat pelet sendiri.

Pakan lele yang satu ini memiliki bentuk dan ukuran beragam, tergantung pada usia dan ukuran lele yang akan diberi makan. Semakin besar lele, maka akan semakin besar pula ukuran pelet yang diberikan.

Pelet menjadi bahan makanan utama ikan lele karena kandungan nutrisinya yang cukup lengkap. Pelet sendiri terbagi menjadi dua jenis, yaitu pelet apung dan tenggelam.

1. Pelet Apung

Pelet apung adalah jenis pakan ikan lele yang sering digunakan oleh para peternak. Pelet jenis ini memiliki beberapa kelebihan, salah satunya adalah mudah dicerna karena sudah melalui proses pemasakan sempurna dengan tekanan tinggi.

Pemasakan yang sempurna bisa menghilangkan zat antinutrisi pada bahan pembuat pelet. Hal ini dapat mengoptimalkan nilai Feed Convertion Ratio (FCR) karena ikan lele bisa menyerap nutrisi makanan dengan baik.

Kelebihan lainnya adalah peternak bisa mengontrol pemberian pakan. Karena mengapung di permukaan air, maka peternak bisa dengan mudah melihat pelet dan tahu kapan harus berhenti memberi makanan. Dengan demikian, limbah sisa pakan yang menyebabkan kualitas air kolam menurun bisa berkurang.

2. Pelet Tenggelam

Proses pembuatan pelet tenggelam lebih sederhana daripada pelet apung, karena itu pelet jenis ini biasanya dijual dengan harga yang lebih murah. Pembuatannya yang sederhana menyebabkan pelet masih mengandung zat antinutrisi dan bisa berdampak pada pertumbuhan ikan yang tidak seragam.

Namun pelet tenggelam punya kelebihan tersendiri dibandingkan pelet apung. Untuk ukuran yang sama, lele yang diberi pelet tenggelam memiliki bobot lebih besar daripada ikan yang hanya diberi pelet apung.

Karena itu dalam budidaya ikan lele, pelet tenggelam sering digunakan para peternak untuk meningkatkan bobot ikan. Pelet ini biasanya hanya diberikan sekitar 2-4 minggu menjelang masa panen.

Pakan Ikan Lele Alami sebagai Makanan Alternatif

pakan ikan lele alami
pakan ikan lele alami : http://1.bp.blogspot.com

Selain pakan buatan pabrik, ikan lele juga perlu diberikan makanan alternatif dari bahan-bahan alami. Selain lebih murah dan bisa menekan biaya produksi, makanan alternatif juga bisa menambah nutrisi yang dibutuhkan ikan lele. Berikut ini adalah beberapa contoh bahan alami yang bisa dijadikan sebagai pakan ikan lele alternatif:

1. Keong dan Bekicot

Salah satu jenis pakan alami yang biasa diberikan pada ikan lele adalah siput seperti keong mas dan bekicot. Siput cukup mudah didapat dan bisa ditemukan di lahan-lahan pertanian. Selain itu, siput juga memiliki kandungan protein yang cukup tinggi sehingga baik untuk pertumbuhan lele.

Keong dan bekicot tidak diberikan begitu saja pada ikan lele, tapi harus diolah terlebih dulu. Setelah dipisah dari cangkangnya, daging siput direbus dan dicincang halus agar ikan lele bisa lebih mudah memakannya.

2. Ikan Rucah

Ikan rucah adalah jenis ikan kecil yang dianggap tidak layak konsumsi. Ikan jenis ini juga sudah umum digunakan sebagai pakan alternatif oleh para peternak ikan. Sama seperti siput, ikan rucah memiliki kandungan gizi tinggi yang baik untuk ikan lele.

3. Belatung Lalat

Belatung termasuk pakan alternatif yang direkomendasikan untuk ikan lele, pasalnya kandungan proteinnya bisa lebih tinggi dari pelet pabrikan, yaitu hingga 40%. Belatung yang paling bagus untuk dijadikan pakan ikan lele adalah belatung lalat jenis black soldier fly.

4. Cacing

Cacing yang biasa digunakan sebagai pakan lele adalah jenis cacing tanah (Lumbricus rubellus). Cacing-cacing ini bisa langsung diberikan pada lele atau dijadikan tepung terlebih dahulu. Selain cacing tanah, cacing sutra yang bertekstur lembut juga bisa digunakan sebagai makanan lele.

5. Dedaunan

Tak hanya hewan, pakan lele juga bisa berasal dari tumbuhan. Peternak lele biasanya memberikan pakan berupa daun pepaya, tanaman azolla/ kiyambang, atau eceng gondok.

6. Limbah Ternak Unggas

Seperti yang sudah diketahui, ikan lele bisa memakan apa saja, termasuk limbah dari peternakan unggas seperti kotoran ayam. Karena itu membangun kandang ayam di atas kolam ikan lele adalah hal yang sangat wajar dilakukan.

Selain berupa kotoran, limbah berupa bangkai ayam juga biasa dipakai peternak untuk makanan lele. Bangkai ayam atau yang biasa disebut sebagai ayam tiren ini harus direbus terlebih dulu. Selain untuk melunakkan daging, perebusan dengan suhu tinggi juga akan membunuh kuman dan penyakit yang ada pada bangkai.

Untuk cara pemberiannya, ayam biasanya digantung dengan tali dan dicelupkan secara utuh ke dalam kolam. Bisa juga dengan cara mencincang daging ayam terlebih dulu kemudian langsung diberikan kepada ikan lele.

Cara Memberikan Pakan Ikan Lele yang Benar

Cara Memberikan Pakan Ikan Lele
Cara Memberikan Pakan Ikan Lele : https://1.bp.blogspot.com

Waktu pemberian makanan pada lele tidak boleh sembarangan. Walau tidak terlalu sulit, namun Anda harus tetap memperhatikan beberapa poin penting berikut ini agar budidaya ikan lele bisa berhasil:

  1. Lele diberi makan sekitar 5 kali dalam sehari, bisa dilakukan saat pagi, siang, sore, dan malam hari.
  2. Hindari memberi makan di bawah pukul 9 pagi. Jika terlalu pagi, lele kurang bernafsu untuk makan dan kondisi air kolam biasanya kurang baik karena faktor pencemaran zat-zat dari udara.
  3. Untuk pemberian pakan ikan lele berupa pelet apung, campurkan dulu dengan sedikit air hangat agar pelet tidak terlalu keras dan sedikit mengembang.
  4. Jangan menebar pelet ke seluruh area permukaan kolam sekaligus. Misalnya kolam dibagi menjadi 3 bagian, yaitu ujung kiri, tengah, dan kanan, maka pelet bisa ditebar lebih dulu di bagian kiri. Setelah habis, lanjutkan di bagian tengah. Terakhir, tabur pelet ikan di ujung kanan setelah pelet di bagian tengah sudah habis.
    Hal ini umum dilakukan para peternak agar lele selalu aktif berenang. Semakin aktif bergerak, maka pertumbuhan lele juga semakin baik.
  5. Pemberian pakan yang baik adalah yang bertahap dan tidak sekaligus diberikan dalam jumlah besar. Hal ini untuk menghindari limbah sisa pakan yang bisa mengotori air kolam.
  6. Hentikan pemberian pakan apabila lele sudah terlihat tidak terlalu bernafsu menangkap makanan.
  7. Berikan pakan berupa pelet tenggelam ketika menjelang masa panen. Caranya cukup tebarkan pakan di satu titik kolam saja. Lakukan secara bertahap dan sedikit-sedikit hingga lele kenyang.

Itulah beberapa tips pemberian pakan ikan lele yang bisa Anda terapkan. Poin terpenting dalam hal makanan adalah kualitas pakan serta waktu pemberiannya. Bila dilakukan dengan tepat, lele yang dihasilkan juga pasti memiliki kualitas yang baik.

Tinggalkan komentar