Syarat Kambing Aqiqah Dalam Beribadah Aqiqah

Syarat kambing aqiqah – Sebagai umat islam sudah sewajarnya untuk kita selalu beribadah kepada Allah SWT yang mana juga Allah selalu memberikan rahmat karunia dan hidayahnya kepada kita semua. Salah satu ibadah yang perlu kita lakukan adalah melakukan ibadah beraqiqah yang juga merupakan contoh dari nabi Muhammad SAW.

Nabi muhammad yang mempunyai akhlak yang sangat baik tentunya kita sebagai umat islam harus menirunya. Salah satunya yaitu beraqiqah seperti yang dilakukan oleh nabi Muhammad SAW. Berikut ketentuan dan syarat kambing aqiqah yaitu :

Aqiqah dan hukum aqiqah

Dalam agama islam baik itu NU maupun Muhammadiyah maupun aliran islam yang lainnya ada yang namanya melakukan aqiqah. Aqiqah disini yaitu penyembelihan atau pemotongan hewan kambing. Aqiqah merupakan wujud rasa syukur atas karunia yang Allah berikan kepada kita.

Hewan kambing yang dilakukan untuk aqiqah disamakan dengan kurban. Bayi yang baru lahir dilakukan aqiqah, aqiqah dilakukan bisa pada hari ke 7, hari ke 14 atau hari ke 21 tergantung dari kemampuan orangtua bayi. Jika di hari – hari itu orang tua masih tidak mampu maka aqiqah bisa dilakukan kapan saja saat orangtua sudah mampu.

Aqiqah dalam bahasa mempunyai pengertian yaitu memotong atau pemotongan. Hukum aqiqah merupakan sunah muakkad menurut mayoritas ulama namun ada beberapa ulama yang menyatakan bahwa aqiqah merupakan hukumnya wajib.

Sunah muakkad yaitu memiliki arti boleh dilakukan jika anda merasa mampu melakukannya namun jika merasa tidak mampu maka tidak melakukan aqiqah tidak apa – apa atau anda tidak berdosa.

Tetapi, menurut beberapa ulama yang mengatakan aqiqah itu wajib hukumnya merupakan suatu keharusan saat anda mampu untuk melakukan aqiqah maka segerakan jangan di tunda.

Syarat Hewan Aqiqah

http://bobo.grid.id

Hewan aqiqah yang biasa di gunakan di masyarakat adalah kambing. Namun ada beberapa ulama yang memperbolehkan selain hewan kambing yaitu sapi atau unta. Selain itu, ada juga beberapa ulama yang tidak memperbolehkan melakukan aqiqah dengan hewan sapi atau unta dan hanya bisa dilakukan dengan kambing atau domba.

Hewan yang tidak boleh dijadikan sebagai hewan aqiqah yaitu antara lain seperti ayam, kelinci, burung, bebek atau yang lain.

Berikut ini 2 hadis yang memperbolehkan dan tidak memperbolehkan hewan selain kambing dan domba yang dijadikan sebagai hewan aqiqah yaitu :

1. Yang memperbolehkan

Menurut Imam Ibnu Mundzir yang membolehkan aqiqah dengan selain hewan kambing dan domba yaitu merupakan hadis riwayat Bukhari yang mengungkapkan “bersama bayi itu ada aqiqahnya, maka sembelihlah hewan dan hilangkanlah gangguan darinya”.

2. Yang tidak memperbolehkan

Menurut hadis riwayat Al Baihaqi yaitu mengungkapkan “ dari ibnu abi malikah ia berkata : telah lahir seorang bayi laki – laki untuk Abdurrahman bin Abi Bakar, maka dikatakan kepada aisyah : ‘wahai ummul mu’minin adakah aqiqah atas bayi itu dengan seekor unta?’ maka aisyah menjawab : ‘aku berlindung kepada Allah tetapi seperti yang dikatakan oleh Rasulullah, dua ekor kambing yang sepadan’.”

Syarat Kambing Aqiqah Secara Islam

Bagi anda yang akan melakukan ibadah aqiqah, anda harus mengetahui syarat kambing aqiqah secara islam yaitu sebagai berikut :

1. Jumlah dan jenis kambing aqiqah

Syarat kambing aqiqah: Dari hadis nabi, hewan aqiqah yang dilakukan untuk anak laki – laki menggunakan hewan kambing untuk aqiqah sebanyak 2 ekor. Sedangkan, untuk anak perempuan sebanyak 1 ekor kambing.

Dalam hal ini juga dijelaskan dalam dalil Ummu Kurz Kab’biyyah yaitu “untuk anak laki – laki dua kambing yang sama dan untuk anak perempuan satu kambing”.

Selain dalil dari Ummu Kurz juga terdapat dalil dari Ummul Mukminin, Aisyah ra yaitu yang berbunyi “Rasulullah SAW memberikan perintah kepada mereka, untuk anak laki – laki aqiqah dengan dua ekor kambing dan anak perempuan dengan satu ekor kambing” merupakan HR. Tirmidzi No. 1513.

Untuk jenis kelamin hewan yang akan dijadikan sebagai hewan aqiqah tidak dipermasalahkan jenis kelaminnya yaitu yang artinya boleh menggunakan kambing jantan ataupun kambing betina.

Hal ini ditegaskan dalam dalil dari An Nasai no. 4222 dan Abu daud no. 2835 yaitu yang berbunyi “anak laki – laki hendaklah diaqiqahi dengan dua kambing, sedangkan anak perempuan dengan satu kambing. Tidak mengapa bagi kalian memilih yang jantan atau betina dari kambing tersebut”.

2. Umur kambing aqiqah

Ketika anda akan memilih kambing untuk dijadikan sebagai aqiqah tentu anda juga harus memperhatikan umur dari kambing itu sendiri, apakah sudah memenuhi syarat untuk dijadikan sebagai hewan aqiqah atau belum.

Berikut ini penjelasannya dari hadis – hadis Dari hadis Jabir ra. mengatakan nabi Muhammad Rasulullah Saw bersabda yang artinya “janganlah kalian menyembelih kecuali musinnah, kecuali jika terasa sulit bagi kalian. Maka, sembelihlah jadza’ah dari domba” (HR. Muslim no. 1963).

Yang dimaksud Musinnah disini yaitu hewan yang sudah cukup usianya untuk disembelih. Usia yang cukup disini yaitu kambing yang sudah berusia satu tahun atau masuk ke tahun kedua dan usia minimal dari domba yaitu 6 bulan.

Dan yang dimaksud dengan jadza’ah disini yaitu domba yang sudah berumur enam bulan sampai satu tahun.

Anda bisa menggunakan kambing jenis apa saja untuk dijadikan sebagai hewan aqiqah yaitu seperti kambing etawa, kambing garut, kambing benggala, kambing jawa dan kambing jenis lainnya.

3. Fisik kambing aqiqah

Syarat kambing aqiqah dilihat dari segi fisik kambing yang digunakan untuk aqiqah yaitu harus sehat bebas dari segala penyakit, tidak cacat, cukup umur dan berat timbangannya. Hal ini sama seperti syarat untuk hewan kurban. yang dimaksudkan fisik kambing disini yang baik yaitu :

a. Sehat bebas dari segala penyakit

http://www.aqiqahberkah.com

Hewan aqiqah harus dicek secara keseluruhan dari mata hingga kakinya. Apakah hewan mengalami kebutaan total, sebagian atau tidak buta. Ekornya sudah terpotong dan telinganya. Anda harus teliti dalam memilih kambing yang akan dijadikan sebagai hewan aqiqah.

b. Hewan aqiqah tidak cacat

Yang dimaksud hewan cacat disini adalah gigi yang lepas, bulu rontok dalam masa pergantiannya, tanduk patah, sakit ringan, pincang, memiliki luka kecil dan hal – hal yang lainnya.

c. Hewan aqiqah cukup umur

http://www.aqiqahberkah.com

Hewan yang dianggap cukup umur untuk dijadikan sebagai aqiqah adalah hewan unta yang berumur lima tahun, sapi berumur dua tahun, kambing berumur satu tahun dan kemudian domba berumur enam bulan.

Yang Bertanggung Jawab Dalam Ibadah Aqiqah

1. Orang tua laki – laki bertanggung jawab dalam aqiqah anak

Yang bertanggung jawab dalam aqiqah yaitu merupakan orangtua laki – laki dari anak yang akan di aqiqah dan ini menurut Hambali dan Maliki. Kemudian, hal ini juga sependapat dengan Imam Ahmad yang mengungkapkan bahwa yang berkewajiban dalam melakukan aqiqah pada anak adalah orangtua laki – laki.

2. Anak yang melakukan ibadah aqiqah

Menurut Ibnu Hazm Adzahiri yaitu jika anak yang akan melakukan ibadah aqiqah jika memiliki harta dan kemudian mampu untuk melaksanakan ibadah aqiqah maka yang bertanggung jawab adalah anak itu sendiri.

Beda arti dengan anak yang tidak mampu yaitu jika anak tidak mampu dan masih memiliki orangtua laki – laki maka yang bertanggung jawab adalah orangtua laki-laki tetapi jika anak tidak mampu dan sudah tidak memiliki orangtua laki-laki maka yang bertanggung jawab adalah orangtua perempuan.

Nah itulah syarat-yarat kambing aqiqah yang harus anda ketahui, terumana yang beragama islam. Dan jangan sampai hal-hal seprti ini anda tidak atau belum mengetahuinya.

Tinggalkan komentar