Kiat-Kiat Sukses Ternak Kacer Bagi Para Pemula Berikut Cara Merawatnya

Ternak kacer – Sama seperti burung murai batu, burung kacer terkenal sebagai burung hias yang pandai berkicau. Kini banyak pehobi yang mulai belajar ternak kacer demi bisa menghasilkan burung yang berkualitas prima untuk bisa diikutsertakan dalam lomba kicau.

Terdapat banyak varietas kacer di Indonesia, namun ada tiga jenis yang paling banyak diburu oleh para pehobi burung. Jenis-jenis burung kacer yang paling banya dicari yaitu: kacer jawa, kacer poci (sekoci), dan kacer blorok.

Ketiga jenis kacer tersebut memiliki karakteristik yang khas, khususnya dari warnanya. Kacer Jawa berwarna hitam, kacer poci punya corak putih di beberapa bagian, dan blorok memiliki totol khas pada lehernya.

ternak kacer
http://images.fineartamerica.com

Mengenai kacer mana yang paling sering juara lomba, tentu hal ini tidak hanya dilihat dari tampilannya. Parameter dalam lomba kicau kacer juga dilihat dari kualitas suara dan performa fisiknya.

Kedua hal tadi adalah sesuatu yang harus disiapkan dan dilatih oleh para pemiliknya. Dalam hal ini tentu saja mulai dari pemilihan kandang hingga cara merawat kacer tersebut.

Jika Anda baru saja akan memulai ternak kacer sebagai usaha tambahan, setidaknya ada 8 poin yang harus disiapkan. Berikut ini cara merawat kacer mulai dari penanganan sehari-hari hingga proses perkawinannya:

1. Pemilihan Kandang Kacer

Karena kelak akan melakukan ternak kacer atau breeding, maka sebaiknya siapkan siapkan kandang, minimal berukuran panjang 100cm, lebar 100cm dan tinggi 150cm. Berikut ini pilihan jenis kandang berdasarkan bahan dasarnya. Anda dapat memilih sesuai dengan kebutuhan dan anggaran biaya:

  • Menggunakan bahan dasar kayu yang anti rayap. Kayu jati adalah kayu yang paling teruji terhadap rayap meski harganya lumayan mahal. Kayu balo bisa menjadi alternatif untuk harga yang lebih terjangkau.
  • Menggunakan bahan dasar batako atau dinding batu bata tanpa semen (tanpa diplester). Susun bata menyerupai bentuk kerangka kubus, namun biarkan bagian depannya terbuka dan menggunakan sejenis kawat. Sisakan juga sedikit area terbuka pada bagian atap supaya sinar matahari bisa masuk.
ternak kacer kandang gantung
https://blog.nationalparks.nsw.gov.au

Minimal siapkan dua kandang atau sekat sebagai tempat sementara saat salah satu kandang sedang dibersihkan. Diantara dua pilihan diatas, setidaknya Anda juga menyiapkan perlengkapan lainnya untuk menunjang kesuksesan dalam ternak kacer, diantaranya adalah:

  • Wadah tempat makan dan minum.
  • Keramba atau kolam kecil (berfungsi sebagai tempat untuk mandi kacer).
  • Tempat untuk mengerami telur.
  • Tempat bertengger kacer.
  • Media-media pelengkap seperti ranting-ranting untuk sarang burung, rumput kering dan kerikil kecil.

2. Cara Merawat Kacer (Perlakuan Sehari-Hari untuk Ternak Kacer)

Hal yang paling penting dalam ternak kacer adalah membuat jadwal atau urutan perlakuan sehari-hari. Hal ini dikarenakan jika jadwal harian kacer berubah-ubah, maka ia akan mudah stres, uring-uringan atau istilahnya mbagong. Berikut ini contoh cara merawat kacer harian:

  • Memulai perawatan dengan mengangin-anginkan kacer terlebih dahulu. Anda bisa memulainya sekitar pukul 06.30 pagi dimana matahari belum terlalu terik.
  • Pindahkan kacer diatas keramba, mandikan kacer dengan cara menyemprotnya atau diamkan diatas keramba.
  • Saat burung sedang mandi, bersihkan kandang dari kotoran. perhatikan kebersihan wadah makan dan minumnya jika tampak kotor. Usai itu, isi atau ganti dengan makanan dan minuman yang baru.
  • Setelah mandi, jemur burung kacer. Anda bisa memberikan makanan tambahan secukupnya, misalnya saja jangkrik. Tempatkan burung di area yang mungkin dilalui oleh orang, hal ini bertujuan agar burung kacer mudah beradaptasi dengan manusia (jinak).

3. Pemilihan Indukan Ternak Kacer

Pemilihan induk merupakan salah satu faktor penting untuk bisa menghasilkan anakan ternak kacer yang bermutu. Berikut ini beberapa pertimbangan saat memilih indukan kacer:

  • Fisik sehat dan tidak ada cacat.
  • Diantara pilihan dengan usia yang sama, pilihlah kacer dengan postur tubuh yang besar.
  • Perhatikan gerak gerik kacer, pilih yang aktif, sering berkicau dan memiliki tatapan mata tegas.
  • Pilih indukan kacer dengan usia tidak kurang dari 10 bulan, usia ini merupakan masa ideal untuk kawin.
  • Meskipun aktif, pilihlah indukan jantan dan betina yang jinak.
ternak kacer pemula
https://www.dw.com

4. Pemilihan Pakan Ternak Kacer

Untuk makanan atau pakan kacer, Anda bisa memilihkan voer berprotein tinggi. Kacer adalah burung pemakan serangga, sehingga Anda bisa memberikan kroto, orong-orong, ulat hongkong, belalang, kelabang (yang sudah dibuang racunnya), laba-laba kecil, lipas (kecoa tanah), cacing tanah, undur-undur, ulat bambu dan serangga lain.

5. Pengawinan Kacer

Selain cara merawat kacer, proses menjodohkan indukan juga merupakan keahlian yang harus dikuasai dalam ternak kacer. Berikut ini gambaran umum untuk cara mengawinkan indukan kacer:

  • Tempatkan kacer jantan dan betina ke dalam kandang.
  • Perhatikan respon keduanya, segera pisahkan jika salah satu atau bahkan keduanya menunjukkan sikap agresif seperti hendak menyerang.
  • Tanda indukan jantan siap untuk kawin adalah, kacer jantan akan memberikan kode berupa kicauan kepada si betina. Selain berkicau, ia juga akan bergerak mendekat.
  • Tanda indukan betina kacer siap untuk dikawinkan adalah, ia akan merespon dengan bergerak mendekati indukan jantan.

Pada masa pengawinan ternak kacer, sebaiknya jangan terlalu sering membuka tutup kandang karena dapat merusak ketenangan dan konsentrasi indukan kacer. Perlu diingat bahwa penjodohan pada ternak kacer tidak selalu berhasil.

Jika keduanya tidak saling merespon atau bahkan berkelahi, maka saatnya Anda mencari indukan lain untuk dipasangkan.

kandang ternak kacer yang baik
https://upload.wikimedia.org

6. Masa Bertelur, Pengeraman, dan Penetasan Ternak kacer

Setelah proses kawin, indukan betina biasanya akan bertelur sebanyak 2 sampai 3 telur. Untuk penetasan, indukan betina akan mengerami telur selama kurang lebih dua minggu.

Tips untuk menjaga kualitas telur, Anda bisa menyediakan pakan tambahan berupa tulang sotong atau cumi. Penempatan pakan ini sebaiknya diberikan sejak masa pengawinan.

Hindari suasana bising atau terlalu ramai sehingga indukan betina tidak stres saat proses pengeraman. Perhatikan lingkungan dan keamanan kandang, jangan sampai telur-telur indukan dimakan oleh hewan lain.

7. Masa Meloloh dan Menyapih

Sesaat setelah telur menetas, segera berikan pakan tambahan pada piyik atau anakan kacer berupa kroto. Pakan lainnya yang bisa Anda berikan adalah jangkrik, ulat, belalang dan serangga hidup lainnya. Berikan sebanyak dua kali sehari, yaitu setiap pagi dan sore.

Anakan kacer akan mampu makan sendiri pada usia sekitar 5 minggu, kini saatnya indukan menyapihnya. Proses ini bisa kita lihat ketika indukan yang selalu mematuki kepala anakan kacer yang mendekat.

8. Pelatihan Kacer

Pelatihan yang dimaksud saat ternak kacer adalah dengan memberikan rekaman suara burung kacer. Pelatihan kicau pada ternak kacer atau biasa dikenal dengan istilah mastering adalah upaya khusus agar burung memiliki kicauan yang bagus.

Kualitas kicauan bisa distimulasi menggunakan rekaman suara melalui speaker khusus yang berisi audio kicauan burung sejenin lain.

ternak kacer hitam
https://4.bp.blogspot.com

Demikian informasi buat Anda yang ingin ternak kacer. Setiap peternak pastinya memiliki ritme dan cara yang berbeda-beda. Namun secara umum, cara merawat kacer mulai dari anakan hingga pengawinan, bisa Anda lihat dari panduan di atas. Semoga bermanfaat dan selamat beternak kacer!

 

Tinggalkan komentar